Jumat, 22 Mei 2015

“ RESISTOR “


           A. Tujuan Pembelajaran


1.      Siswa dapat mengetahui bahwa resistor dapat menghambat arus listrik yang mengalir.
2.      Siswa juga dapat mengetahui jenis-jenis reistor dan kegunaannnya.

B. Bahan  Ajar
Resisitor merupakan salah satu komponen elektronika yang bersifat pasif dimana komponen ini tidak membutuhan arus listrik untuk berkerja. Resisitor juga merupakan komponen elektronika yang memang di desain memiliki dua kutub yang nantinya dapat digunakan untuk menahan arus listrik apabila di aliri tegangan listrik antara kedua kutub tersebut.
Resistor biasanya banyak digunakan sebagai bagian dari sirkuit elektronik. Tak Cuma itu, komponen yang satu ini juga yang paling sering digunakan di antara komponen lainnya. Resistor adalah komponen yang terbuat dari bahan isolator yang di dalamnya mengandung nilai tertentu sesuai dengan nilai hambatan yang diinginkan. Berdasarkan Hukum Ohm: Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau Konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial / tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)”.
Secara Matematis, Hukum Ohm dapat dirumuskan menjadi persamaan seperti dibawah ini :
V = I x R
I = V / R
R = V / I

         Berdasarkan nilai hambatannya resistor dapat dibagi menjadi 3 jenis :
             1. Fixed Resistor : merupakan resistor yang memiliki nilai hambatan tetap
 2. Varibel Resistor : merupakan resistor yang memiliki nilai hambatan yang dapat berubah-                                                   ubah.
3. Resistor Non Linier : merupakan resistor yang memiliki nilai hambatan yang tidak liner hal               ini dikarenakan nilai resistor tersebut dipengarui oleh keadaan suhu, cahaya dan sebagainya. 

Selain itu, resistor juga bukan hanya sebagai untuk menahan arus listrik saja tetapi banyak lagi lain kegunaannya. Fungsi resistor adalah sebagai pengatur dalam membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Dengan adanya resistor menyebabkan arus listrik dapat disalurkan sesuai dengan kebutuhan. Adapun fungsi resistor secara lengkap adalah sebagai berikut :        
1. Berfungsi untuk menahan sebagian arus listrik agar sesuai dengan kebutuhan suatu
    rangkaian    elektronika.
2. Berfungsi untuk menurunkan tegangan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh rangkaian
     elektronika.
3. Berfungsi untuk membagi tegangan.
4. Berfungsi untuk    membangkitkan frekuensi tinggi dan frekuensi rendah dengan bantuan
     transistor daan kondensator (kapasitor).




Pada simulasi ini telah digambarkan rangkaian listrik yang menggunakan tegangan sebesar 23,53 volt, dan pada amperemeter arus sebesar 2,35 Ampere dan lampu terlihat menyala terang. Di sini karena tidak adanya hambatan yang mengalir.  


Pada simulasi yang kedua rangkaian listrik menggunakan sumber tegangan yang sama yaitu 23,53 V, setelah dipasang  resistor atau hambatan dengan resistansi 10,00 Ohm dengan arus yang terbaca 1,18 Amperemeter nyala sebuah lampu semakin redup. Mengapa bisa seperti itu? Karena, pada rangkaian ini di pasang dengan hambatan yang menyebabkan sumber arus yang mengalir semakin menurun dan membuat lampu menjadi redup. Dan telah terbukti dengan adanya hukum Ohm.
Resisitor memiliki sifat menghambat arus listrik dan resistor sendiri memiliki nilai besaran hambatan yaitu ohm dan dituliskan dengan simbol Ω. Dari Hukum Ohm dijelaskan bahwa resistansi akan berbanding terbalik dengan jumlah arus yang melaluinya. Maka untuk menyatakan besarnya resistansi dari sebuah resistor dinyatakan dalam satuan Ohm.
Bunyi Hukum Ohm : “Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau Konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial / tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)”.
Secara Matematis, Hukum Ohm dapat dirumuskan menjadi persamaan seperti dibawah ini :

V = I x R
I = V / R
R = V / I