“
RESISTOR “
A. Tujuan
Pembelajaran
1. Siswa
dapat mengetahui bahwa resistor dapat menghambat arus listrik yang mengalir.
2. Siswa
juga dapat mengetahui jenis-jenis reistor dan kegunaannnya.
B. Bahan Ajar
Resisitor merupakan salah satu komponen elektronika yang
bersifat pasif dimana komponen ini tidak membutuhan arus listrik untuk
berkerja. Resisitor juga merupakan komponen elektronika yang memang di desain
memiliki dua kutub yang nantinya dapat digunakan untuk menahan arus listrik
apabila di aliri tegangan listrik antara kedua kutub tersebut.
Resistor biasanya banyak digunakan sebagai bagian dari
sirkuit elektronik. Tak Cuma itu, komponen yang satu ini juga yang paling
sering digunakan di antara komponen lainnya. Resistor adalah komponen yang
terbuat dari bahan isolator yang di dalamnya mengandung nilai tertentu sesuai
dengan nilai hambatan yang diinginkan. Berdasarkan Hukum Ohm: Besar
arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau Konduktor akan
berbanding lurus dengan beda potensial / tegangan (V) yang diterapkan kepadanya
dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)”.
Secara Matematis, Hukum Ohm dapat dirumuskan menjadi persamaan seperti
dibawah ini :
V = I x R
I = V / R
R = V / I
Berdasarkan
nilai hambatannya resistor dapat dibagi menjadi 3 jenis :
1. Fixed Resistor : merupakan resistor yang memiliki
nilai hambatan tetap
2. Varibel
Resistor : merupakan resistor yang memiliki nilai hambatan yang dapat berubah- ubah.
3. Resistor Non Linier : merupakan
resistor yang memiliki nilai hambatan yang tidak liner hal ini dikarenakan
nilai resistor tersebut dipengarui oleh keadaan suhu, cahaya dan sebagainya.
Selain
itu, resistor juga bukan hanya sebagai untuk menahan arus listrik saja tetapi
banyak lagi lain kegunaannya. Fungsi resistor adalah sebagai
pengatur dalam membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian.
Dengan adanya resistor menyebabkan arus listrik dapat disalurkan sesuai dengan
kebutuhan. Adapun fungsi resistor secara lengkap adalah sebagai berikut :
1. Berfungsi untuk menahan sebagian arus listrik agar
sesuai dengan kebutuhan suatu
rangkaian elektronika.
2. Berfungsi untuk menurunkan tegangan sesuai dengan
yang dibutuhkan oleh rangkaian
elektronika.
3. Berfungsi untuk membagi tegangan.
4. Berfungsi untuk membangkitkan
frekuensi tinggi dan frekuensi rendah dengan bantuan
transistor daan
kondensator (kapasitor).
Pada
simulasi ini telah digambarkan rangkaian listrik yang menggunakan tegangan
sebesar 23,53 volt, dan pada amperemeter arus sebesar 2,35 Ampere dan lampu
terlihat menyala terang. Di sini karena tidak adanya hambatan yang mengalir.
Pada
simulasi yang kedua rangkaian listrik menggunakan sumber tegangan yang sama
yaitu 23,53 V, setelah dipasang resistor
atau hambatan dengan resistansi 10,00 Ohm dengan arus yang terbaca 1,18
Amperemeter nyala sebuah lampu semakin redup. Mengapa bisa seperti itu? Karena,
pada rangkaian ini di pasang dengan hambatan yang menyebabkan sumber arus yang
mengalir semakin menurun dan membuat lampu menjadi redup. Dan telah terbukti
dengan adanya hukum Ohm.
Resisitor
memiliki sifat menghambat arus listrik dan resistor sendiri memiliki nilai
besaran hambatan yaitu ohm dan dituliskan dengan simbol Ω.
Dari Hukum Ohm dijelaskan bahwa resistansi akan berbanding terbalik dengan
jumlah arus yang melaluinya. Maka untuk menyatakan besarnya resistansi dari
sebuah resistor dinyatakan dalam satuan Ohm.
Bunyi
Hukum Ohm : “Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar
atau Konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial / tegangan (V) yang
diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)”.
Secara Matematis, Hukum Ohm dapat dirumuskan menjadi persamaan seperti
dibawah ini :
V = I x R
I = V / R
R = V / I

